6 Alasan Mengapa Bayi Menangis Yang Perlu Anda Ketahui

Bayi belum bisa mengekspresikan bahwa ia butuh sesuatu atau menyukai sesuatu dengan kata-kata. Menangis menjadi satu-satunya cara untuk berkomunikasi dengan orang tuanya. Semua bayi menangis dan perlu Anda ketahui bahwa bayi yang sehat menangis kira-kira tiga jam sehari. Akan tetapi, kadang sulit bagi orang tua untuk memahami apa sebab bayi mereka menangis.

Bagi orang tua terutama yang baru pertama kali memiliki anak, tentu pengalaman ini bisa membuat frustrasi. Mereka mengalami kesulitan memahami apa yang bayi mereka butuhkan. Apakah si kecil lapar, bosan, marah, atau butuh pelukan orang tuanya? Jika Anda sudah mengetahui pola menangis bayi, Anda akan bisa mengantisipasi apa yang dibutuhkan atau tidak dibutuhkan oleh si kecil.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa bayi menangis :

Lapar

Ini adalah alasan yang sering terjadi pada bayi ketika ia menangis. Bayi yang lebih muda lebih cenderung lapar ketika menangis. Jika si kecil menangis cobalah berikan ia ASI dan perhatikan apakah menolak atau tidak. Setelah Anda berikan ASI tapi bayi Anda masih menangis maka ada alasan lain mengapa bayi Anda menangis.

Tidak Nyaman

Bayi tidak menyukai pakaian yang ketat dan popok yang basah atau kotor. Periksalah dengan cermat bagaimana Anda memakaikan diaper pada si kecil, apakah terlalu ketat atau tidak. Pastikan tidak ada ruam popok dan bagian dari pakaian yang akan membuat bayi tidak nyaman.

Kedinginan atau Kepanasan

Bayi tidak suka mandi dengan air yang terlalu dingin. Suhu yang sangat ekstrem akan membuat si kecil tidak nyaman. Sebaiknya jangan memakaikan bayi dengan pakaian yang tebal pada saat cuaca panas. Untuk mengetahui apakah bayi merasa dingin atau panas maka sentuh dan rasakan pada bagian perut atau lehernya.

Butuh Pelukan Anda

Bayi Anda sangat membutuhkan pelukan dan sentuhan orang tuanya. Semakin muda usia bayi semakin ia membutuhkan pelukan dan sentuhan Anda. Si kecil membutuhkan kenyamanan dan itu dari Anda, orang tuanya.

Butuh Istirahat

Seringkali orang tua dan keluarga sangat senang dengan kehadiran satu keluarga baru yaitu si bayi. Saking senangnya, bayi diajak bermain sampai secara tidak sadar membuatnya lelah. Bayi menangis ketika merasa lelah. Oleh karena itu, bawalah bayi Anda ke tempat yang tenang dan hangat sehingga bisa menenangkannya dan membuatnya tidur.

Sakit atau Sedang Tidak Enak Badan

Anda sudah memberikan ASI, memastikan bahwa si kecil merasa nyaman, tapi bayi masih menangis tentu akan membuat Anda khawatir. Pola tangis bayi yang berbeda kemungkinan ia merasakan sakit. Bayi yang menangis terus menerus juga bisa menjadi tanda bahwa ia sakit. Namun, tidak satu orang tua pun yang bisa memastikan bahwa ada sesuatu yang salah pada bayi. 

Oleh karena itu, jangan ragu-ragu untuk  membawa bayi Anda ke dokter di klinik, puskesmas, atau rumah sakit. Dengan berkonsultasi ke dokter Anda akan mengetahui apakah bayi Anda menangis disebabkan penyakit atau bukan. Jika memang bayi mengalami sakit seperti diare atau sembelit maka konsultasikan dengan dokter untuk penanganan dan pengobatan yang baik.

4 Cara Sederhana Menangani Batuk Pada Bayi

Batuk bisa sangat menganggu bayi Anda. Namun Anda jangan khawatir karena biasanya batuk pada bayi sembuh dalam dua minggu. Tentu saja, menangani batuk si kecil sungguh melelahkan. Anda mungkin saja akan kurang tidur selama beberapa hari hingga bayi Anda bisa tidur lelap.

Batuk terbagi menjadi dua macam yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Batuk kering biasanya merupakan salah satu tanda bahwa bayi Anda terkena flu atau demam. Pembengkakan pada tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas bayi menjadi penyebab batuk kering. Sensasi yang timbul akibat pembengkakan tersebut yaitu rasa gatal sehingga membuat bayi Anda batuk untuk menghilangkan iritasi.

Sedangkan batuk berdahak biasanya menghasilkan dahak atau lendir. Ketika bayi Anda mengalami batuk berdahak, itu adalah mekanisme tubuh untuk membersihkan dahak dari paru-parunya. Beberapa penyakit yang disertai batuk antara lain sakit tenggorokan, demam, dan hidung meler atau tersumbat.

Penanganan

Obat batuk dan flu sangat tidak dianjurkan anak-anak berusia di bawah enam tahun. Oleh karena itu, jauhi obat tersebut dalam penanganan batuk pada bayi Anda. Anda bisa melakukan beberapa cara di bawah ini untuk menangani batuk si kecil.

  • Pastikan bayi Anda banyak istirahat.
  • Berikan ASI ekstra karena bayi Anda membutuhkan banyak cairan untuk melawan infeksi.
  • Berikan obat parasetamol khusus bayi untuk meredakan demamnya.
  • Uap panas dalam ruangan baik untuk membantu melegakan saluran udara bayi Anda. Tetap jaga bayi Anda dari air panas supaya ia tidak terluka.

Sebaiknya periksakan bayi Anda ke dokter anak apabila batuk si kecil tidak sembuh selama lima hari dan semakin memburuk, suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius, serta punya masalah pernapasan.

Bagaimana Caranya Agar Bayi Bisa Tidur Nyenyak?

Banyak orang tua akan mengalami kurang tidur di dua minggu pertama setelah bayi lahir. Bagi orang tua yang baru memiliki anak pertama, mungkin akan mengalami kebingungan jika bayi tidak  bisa tidur. 

Perlu diketahui bahwa bayi sering bangun di malam hari karena waktu tidurnya lebih pendek dari orang dewasa. Inilah yang seringkali membuat orang tua tidak peka karena mereka langsung pergi tidur. Anda dan keluarga pasti tidak ingin terganggu terus menerus. Oleh karena itu, diperlukan solusi supaya si bayi dan orang tua bisa tidur dengan nyenyak di malam hari.

Pertama, mandikan si bayi sebelum tidur agar ia bisa rileks dan tenang. Setelah mandi, gendonglah bayi Anda dan dekaplah dengan penuh kasih sayang untuk membuatnya lebih rileks.

Kedua, pahami bayi Anda. Memahami bayi Anda bukan hanya merupakan kegiatan yang mengedukasi tapi juga cara yang baik agar bayi cepat tidur. Suara yang menenangkan mampu membantu bayi lekas tidur. Bayi Anda sudah mengenali suara Anda semenjak masih di dalam rahim. Itu sebabnya suara Anda membawa suasana yang rileks dan menenangkan untuk si kecil.

Ketiga, pijat bayi. Berikan pijatan ringan untuk si kecil. Orang dewasa senang dipijat, begitu pula dengan bayi. Pijatlah bayi Anda dengan lembut supaya si kecil merasa rileks.

Keempat, tidur siang secara rutin. Bayi yang kurang tidur lebih sering terbangun di malam hari. Biarkan bayi Anda tidur siang ketika ia lelah. Cara ini dapat membantunya tidur lebih baik di malam hari.

Kelima, berikan kesempatan bagi bayi Anda untuk tidur sendiri. Jika Anda membiarkan bayi Anda beberapa menit maka ia asekan ring melakukannya. Bayi yang tidur sendiri akan menciptakan kebiasaan tidur yang baik. Tentu saja, Anda bisa menemani bayi Anda tidur walaupun tidak sering.

Penting bagi Anda untuk menjalani rutinitas secara konsisten. Bila Anda menggunakan rutinitas di atas dengan konsisten, maka Anda akan mendapatkan waktu tidur yang lebih lama. Tentu saja, bayi Anda akan tidur lebih cepat dan lebih baik setiap waktu.

Akan tetapi, bila Anda sudah melakukan rutinitas tersebut dan masih memiliki masalah dengan bayi Anda, silakan konsultasi ke dokter ahli untuk mendapatkan saran terbaik.

Manfaat Minyak Zaitun Untuk Bayi

Minyak zaitun sudah sangat terkenal akan manfaatnya selama ribuan tahun. Bagi orang dewasa, minyak ini seringkali digunakan untuk perawatan kulit. 

Minyak zaitun mengandung banyak vitamin E yang membantu melawan penyakit kanker dan jantung. Selain itu, minyak ini juga membantu program diet yang menghindari lemak jahat. Kandungan polifenolnya dapat membantu melindungi tubuh Anda dari kerusakan sel. Dengan mengkonsumsi minyak zaitun, maka dapat membantu melindungi Anda dari bahaya berbagai penyakit kanker seperti kanker usus besar, rahim, payudara, kulit, dan paru-paru. 

Namun, apakah minyak zaitun bermanfaat untuk bayi juga?

Minyak Zaitun Untuk Kulit Bayi

Minyak zaitun banyak digunakan untuk memijat bayi. Akan tetapi, menurut penelitian, minyak zaitun bukanlah cara terbaik untuk perawatan kulit. Sebaiknya jangan menggunakan minyak zaitun pada bayi yang memiliki kulit kering dan kulit pecah-pecah.

Rendahnya kandungan asam linoleat (sejenis asam lemak) pada minyak zaitun bermanfaat untuk memperkuat pertahanan kulit. Sedangkan kandungan asam oleat yang tinggi pada minyak zaitun dapat menyebabkan lapisan kulit bayi mudah ditembus partikel dari luar tubuh. Artinya, pertahanan kulit bayi Anda terbuka.

Jika kulit bayi Anda terkena eksim, maka minyak zaitun akan memperburuk keadaan. Bayi yang baru lahir belum membutuhkan lotion untuk kulitnya.

Jadi, minyak zaitun tidak direkomendasikan untuk digunakan pada kulit bayi. Alasannya, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa minyak zaitun baik untuk kulit bayi.

Minyak Zaitun Untuk Makanan Bayi

Bayi yang boleh mengkonsumsi makanan dengan campuran minyak zaitun adalah yang berusia enam (6) bulan ke atas. Minyak zaitun sangat baik untuk bayi karena lebih sehat daripada minyak lain. Sebaiknya berikan si kecil minyak zaitun murni. Minyak zaitun mengandung asam lemak yang baik untuk otak dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Jika bayi Anda sudah makan makanan padat, Anda bisa memberikannya makanan dengan minyak zaitun. Bayi yang mengalami sembelit akan terbantu dengan mengkonsumsi minyak zaitun. 

Perkembangan Bayi 5 Bulan

Bayi Anda sudah berusia lima bulan, hampir setengah dari perjalanan menuju usia satu tahun. Pada usia ini, bayi Anda telah mampu membedakan orang-orang yang dikenalnya dengan orang asing. Pertumbuhan fisik berjalan dengan cepat dan bayi Anda mempelajari kemampuan yang lebih banyak lagi. Lima bulan adalah waktu di mana Anda dapat terus menikmati masa tumbuh kembang bayi.

Ketika usia bayi menginjak lima bulan, kemampuan motoriknya semakin meningkat. Bayi Anda sudah bisa duduk dalam waktu yang lebih lama walaupun masih harus diberi sandaran seperti bantal. Namun, bayi Anda bisa duduk tanpa bantuan selama beberapa detik.

Bayi Anda sudah mulai bisa menggulingkan badannya dan menggerakkan serta menggoyangkan kakinya. Tinggal menunggu saatnya bayi Anda untuk bisa merangkak. Perlu Anda perhatikan bahwa Anda harus tetap mengawasi si bayi ketika berada di tempat tidur atau tempat yang tinggi untuk menghindari bahaya bayi jatuh saat ia menggulingkan tubuhnya.

Bayi berusia lima bulan sudah bisa tidur semalaman walaupun tidak semuanya. Ajaklah bayi Anda untuk tidur secara rutin. Kebiasaan tersebut membantu bayi Anda untuk dapat tidur malam dengan teratur. Anda bisa mulai dengan memandikan si kecil dengan air hangat, menggendongnya sambil menyanyikan lagu sampai bayi Anda tertidur.

Sebaiknya Anda mulai membiasakan bayi Anda untuk dapat tidur di ranjangnya. Pada siang hari, bayi Anda butuh tidur dua kali yaitu pagi hari dan siang hari. Jangan menunda sampai bayi rewel. Jika ia sudah mulai mengantuk segera bawa ke ranjangnya.

Penglihatan pada bayi lima bulan terus meningkat walaupun belum sempurna betul. Ia sudah mampu fokus dan melihat pada jarak yang berbeda. Si kecil sudah mampu membedakan dua nuansa dari warna yang sama. Bayi berusia lima bulan masih menyukai warna-warna primer seperti merah, kuning, dan biru.

Si kecil sudah bisa bermain gelembung dengan mulutnya. Anda tidak perlu khawatr dengan kebiasaan ini. Pada usia lima bulan, bayi sudah mulai bisa mengucapkan "ba ba ba", "ma ma" atau "pa pa". Bayi Anda sudah bisa mengekspresikan emosinya seperti tertawa melihat wajah yang lucu atau menangis saat Anda meninggalkannya.

Anda sudah mencapai lima bulan dalam mengikuti perkembangan si bayi. Ini adalah saat-saat yang menyenangkan dalam  mengasuh bayi Anda hingga ia besar dan sehat . 

Waspadai Penyakit Kuning Pada Bayi

Sekitar enam dari 10 bayi yang baru lahir memiliki penyakit kuning untuk berbagai tingkatan. Pada bayi prematur, penyakit kuning sering terjadi. Pada bayi kuning, kulit dan mata mereka memiliki semburat kekuningan. Zat bilirubin yang menumpuk dalam tubuh dan jaringan tubuh si kecil menjadi penyebab bayi kuning.

Bilirubin merupakan zat dalam tubuh dari sel darah merah yang tua dan rusak. Zat tersebut kemudian dibuang oleh hati sebagai limbah. Ketika masih dalam kandungan, bilirubin bayi diturunkan tali pusat dan dieliminasi oleh tubuh ibu. Setelah lahir, liver bayi mampu menghilangkan bilirubin sendiri. Bayi membutuhkan waktu selama beberapa hari sampai hati berfungsi dengan penuh. Jika bilirubin dalam tubuh bayi berlebihan akan menyebabkan gejala penyakit kuning.

Penyakit kuning pada bayi biasanya muncul pada hari kedua atau ketiga. Jika bayi dalam kondisi sehat, ikterus akan hilang dengan sendirinya dalam seminggu atau lebih. Sedangkan, keadaan bayi sakit atau lahir prematur memerlukan pemantauan ketat dan perawatan medis.

Ikterus juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor lain antara lain antibodi golongan darah, anemia hemolitik, hepatitis dan galaktosemia.

Tanda-Tanda Bayi Kuning

- Muncul semburat kuning pada kulit, biasanya dimulai dari kulit wajah dan kulit kepala.
- Muncul semburat kuning pada bagian putih mata.
- Pada ikterus moderat, semburat kuning menyebar ke kulit tubuh.
- Jika jaundice pada bayi parah, telapak tangan dan telapak kaki bayi berubah kuning.
- Kantuk bayi tidak seperti biasa.
- Bayi mengalami kesulitan makan.
- Dalam beberapa kasus, tinja bayi berwarna terang dan urin gelap.

Perawatan Bayi Kuning

Langkah-langkah berikut dapat membantu mengurangi penyakit kuning pada bayi :

- Cara terbaik menangani bayi kuning adalah sering menyusui si kecil, baik itu menyusui ASI atau memberi susu formula. Sering menyusui bayi, sekitar 8-12 kali sehari, dapat membantu menambah cairan pada bayi yang berguna untuk membuang zat bilirubin yang berlebih.

- Menjemur bayi dengan menempatkan bayi Anda di sebelah jendela tertutup dan membiarkan sinar matahari menyinari kulitnya untuk sekitar lima belas menit, selama empat kali sehari. Sinar matahari melarutkan bilirubin dalam kulit sehingga dapat diekskresikan dalam urin bayi Anda.

Namun perlu diperhatikan bahwa, Anda harus memperhatikan kondisi si kecil, panas matahari dan waktu menjemur bayi.

Jika Anda tidak yakin tentang penyakit kuning bayi Anda, sebaiknya selalu memeriksakan bayi ke dokter anak untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.

Shaken Baby Syndrome - Penyebab, Gejala dan Perawatan

Merawat bayi bisa menjadi merepotkan, terutama bagi orang tua baru. Bayi kadang sering menangis keras dan lama sehingga membuat orang tua atau pengasuhnya menjadi tidak berdaya menenangkannya. Pada kondisi tersebut, orang tua atau pengasuh kadang menjadi frustrasi dan mencoba menghentikan tangisan bayi dengan mengguncangkannya secara kasar.

Mengguncang bayi dengan kasar bisa memicu terjadinya shaken baby syndrome. Shaken baby syndrome / SBS (sindrom bayi terguncang) merupakan trauma yang diakibatkan oleh pelecehan dan kekerasan terhadap bayi. SBS terjadi jika bayi terguncang, dibanting, dipukul atau dibuang. Akibatnya, bayi memiliki resiko mengalami luka atau cacat seumur hidup.

Ketika bayi secara fisik terguncang, sebagian besar kekuatan diletakkan pada leher dan otak bayi. Otot leher bayi yang masih dalam perkembangan tidak bisa mengatasi goncangan kuat. Akibatnya, bayi mungkin menderita trauma kepala atau leher dan cedera tulang belakang. Kepala dan otak bayi sangat rapuh dan rentan terhadap cedera jika terguncang.

Tanda-Tanda SBS

Bayi yang menderita shaken baby syndrome menunjukkan tanda dan gejala sebagai berikut :

- Perubahan perilaku dan peningkatan iritabilitas.
- Kelelahan yang berlebihan, jatuh tidur dan bahkan pingsan.
- Sebuah warna kulit pucat dengan kemungkinan warna kebiru-biruan.
- Kurangnya nafsu makan dan penolakan untuk makan atau minum.
- Muntah
- Kemungkinan tubuh bayi kejang.
- Perdarahan mata.
- Pola pernapasan tidak menentu atau bahkan berhenti bernapas.
- Pembengkakan otak.

Apa akibat jangka panjang dari Shaken Baby Syndrome?

Kebanyakan bayi yang menderita Shaken Baby Syndrome tidak mengalami kematian tapi menderita cacat seumur hidup. Efek jangka panjang akibat Shaken Baby Syndrome dapat mencakup antara lain:

- Kebutaan.
- Kesulitan berbicara.
- Kelumpuhan.
- Keterbelakangan mental.
- Kehilangan pendengaran.
- Kesulitan belajar.

Perawatan Shaken Baby Syndrome

Seorang anak dengan sindrom bayi terguncang harus dirawat di rumah sakit. Masalah pernapasan dapat diobati dengan bantuan pernapasan, pembengkakan otak dengan pengeringan darah dan suhu dengan obat atau pendinginan kasur. Pengobatan dapat juga diberikan untuk masalah kejang.

Pencegahan Shaken Baby Syndrome

Ada beberapa cara untuk menenangkan dan menghentikan tangisan bayi antara lain :

- Memeriksa apakah bayi lapar.
- Membuat bayi bersendawa.
- Mengganti popok bayi.
- Memberikan dot pada bayi.
- Mengajak bayi jalan-jalan.
- Menggendong bayi dekat dengan tubuh Anda.
- Menyalakan musik.

Jika Anda marah atau frustasi sebaiknya :

- Ketika Anda perlu beristirahat, minta bantuan teman atau saudara untuk mengurus bayi.
- Jika Anda sendirian, letakkan bayi di sebuah tempat yang aman, seperti tempat tidur dan pergi ke ruangan lain untuk beberapa menit, ambil nafas dalam-dalam, tenang dan tunggu 10 menit sebelum Anda kembali ke bayi.
- Jangan mengguncang si kecil.

Jika Anda masih ragu apakah bayi Anda menderita shaken baby syndrome atau tidak, sebaiknya segera bawa si kecil ke rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter.

Asma Pada Bayi

Asma merupakan peradangan pada bronkiolus ( tabung pernapasan kecil ) sehingga menyebabkan bayi mengalami kesulitan bernapas. Beberapa penyebab asma antara lain alergi dan polutan lingkungan seperti asap rokok. Penyakit asma juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas dan udara dingin.

Ada hubungan erat antara asma dengan alergi. Sebanyak 60% penderita asma menderita alergi. Bayi yang menderita alergi memiliki resiko lebih besar terserang asma.

Faktor-faktor Resiko Asma Pada Bayi

- Lingkungan keluarga yang perokok terutama ibu, bayi beresiko terkena asma empat kali lebih besar.

- Bayi lahir secara prematur.

- Faktor riwayat keturunan dari anggota keluarga yang menderita asma atau alergi.

- Bayi memiliki alergi eksim atau alergi makanan.

- Lingkungan rumah yang lembab.

Tanda-Tanda Asma Pada Bayi

- Bayi mengalami batuk dan sesak napas terus menerus terutama di malam hari.

- Bayi bernapas lebih cepat dari biasanya.

- Bayi alergi terhadap susu, telur, debu, serbuk sari dan bulu binatang.

- Bayi mengalami eksim.

Tips untuk membantu bayi Anda yang mengalami asma :

- Jika bayi sudah memperoleh MPASI, berikan si kecil sayur-sayuran dan buah yang banyak mengandung vitamin C.

- Pastikan bayi tidak intoleran terhadap laktosa yang bisa menyebabkan produksi lendir yang berlebihan dan dapat menyebabkan penyumbatan sinus serta  kemacetan saluran udara pernapasan.

- Deterjen dan bahan kimia rumah tangga harus dijauhkan dari kamar dan tempat bermain bayi karena bisa mengganggu saluran udara bayi yang menyebabkan peradangan.

- Hindari kontak dengan zat-zat sepertidebu rumah, bulu bantal dan hewan peliharaan.

- Hindari suhu ruangan bayi yang dingin dan lembab.

Asma merupakan penyakit kronis jangka panjang dan belum dikathui obatnya. Namun, asma bisa dikelola dengan bantuan obat-obatan dan mengurangi kontak dengan pemicu asma.

Sebaiknya, berkonsultasi dengan dokter secara teratur untuk mendapatkan penanganan, pengobatan dan metode terbaik untuk mengelola asma anak Anda.

Perkembangan Bayi 4 Bulan

Si kecil sudah berumur empat bulan, ini berarti ia sudah memasuki sepertiga dari tahun pertamanya. Bayi Anda pun sudah mulai banyak perubahan. Pada usia ini, bayi sudah bisa tersenyum, tertawa dan berceloteh. Berat badan bayi empat bulan sudah dua kali lipat sejak kelahirannya.

Mari kita amati, apa yang si kecil sudah dan akan mulai lakukan saat ia berusia empat bulan.

Kemampuan Motorik

Si kecil sudah bisa mengangkat kepalanya lebih lama, duduk dengan dibantu, memegang kepala dan dada ketika tengkurap. Anda akan melihat bayi Anda sudah bisa menendang dan mendorong dengan kakinya.

Pada usia empat bulan, bayi sudah bisa menggerakkan tangannya dengan terampil. Tangannya sudah bisa memindahkan mainan dengan kedua tangannya. Si kecil tertarik dengan benda-benda di sekitarnya dan bisa menjangkau bahkan mengambil benda tersebut.

Bayi umur empat bulan mulai mengeksplorasi benda-benda yang mereka ambil dengan memasukkannya ke dalam mulut. Hindari meletakkan benda-benda kecil di dekat bayi untuk menghindari bayi tersedak akibat benda-benda yang dimasukkan ke mulutnya.

Pola Tidur

Pada bulan keempat, bayi seharusnya sudah bisa tidur selama 14 sampai 16 jam sehari. Pada malam hari, bayi tidur 7-8 jam berturut-turut. Sedangkan pada siang hari, bayi bisa tidur siang 2 kali.

Indera Bayi Berusia Empat Bulan

Ketika bayi berusia 3 bulan, ia hanya menyukai bendbenda berwarna cerah, hitam dan putih. Pada usia empat bulan, indera pengelihatan bayi sudah berkembang. Ia sudah bisa memilih warna kontras yang lebih halus, seperti kancing warna merah di kemeja merah. Bayi Anda juga sudah dapat melihat sluruh ruangan meskipun ia lebih suka melihat orang-orang di sekitarnya dengan lebih dekat.

Mata bayi seharusnya bisa bergerak bersama-sama dengan lancar, mengikuti benda dan orang di sekitar ruangan. Jika si kecil mengalami masalah pengelihatan, sebaiknya Anda memeriksakannya ke dokter anak.

Pola Makan Bayi 4 Bulan

Pemberian makanan padat kepada bayi masih menjadi perdebatan. Sebagian dokter anak, menyarankan agar bayi dperkenalkan makanan padat pada usia enam bulan. Namun, pendapat medis modern lebih ke arah memberikan bayi ASI secara eksklusif atau susu formula sampai usia 6 bulan.

Ketidakmatangan saluran pencernaan bayi menjadi alasannya. Memperkenalkan bayi dengan makan makanan padat terlalu dini bisa menimbulkan risiko terkena alergi makanan. Pada usia di bawah enam bulan, kebanyakan bayi belum memiliki mekanisme untuk menentukan dengan tepat ketika mereka merasa kenyang. Menurut beberapa pendapat medis, ini dapat menyebabkan bayi mengalami obesitas di kemudian hari.

Komunikasi

Perubahan penting yang terjadi saat bayi berusia empat bulan salah satu di antaranya adalah kemampuan bahasa. Ia sudah terampil mengucapkan bunyi vokal seperti "ma-ma atau pa-pa". Mungkin Anda mengira bahwa si kecil sudah bisa memanggil Anda dengan nama, padahal tidak.

Anda bisa bermain dengan bayi dengan mengucapkan kata-kata sederhana seperti "ba atau bu". Ia akan memperhatikan Anda dan meniru apa yang Anda katakan. Anda dapat meniru ekspresi wajah dan suara si kecil. Dan bayi pun juga bereaksi dengan mencoba menyatakan sesuatu. Cara ini dapat mengajarkan bayi Anda dasar-dasar komunikasi.

Kapan Pergi Ke Dokter Anak?

Sebelum berkonsultasi ke dokter, Anda sebaiknya membuat daftar masalah yang terjadi pada bayi Anda dan pertanyaan Anda ingin tanyakan. Daftar tersebut berguna untuk memastikan Anda mendapatkan semua informasi dan bantuan yang Anda butuhkan. Anda dapat membuat daftar checklist yang terdiri dari beberapa item sebagai berikut :

- Tinggi dan berat badan
- Vaksinasi
- Pendengaran dan penglihatan
- Makanan
- Pola tidur

Tips Memilih Botol Susu Yang Baik dan Aman Untuk Bayi

Bayi harus diberi makan baik itu dengan ASI atau susu formula. Caranya pun bisa dengan menyusui bayi secara langsung atau menggunakan botol susu. Mungkin Anda memutuskan untuk menggunakan botol bayi pada saat ini. Banyak pilihan yang tersedia, dari ukuran, bentuk dan rasa puting botol tersebut.

Ketika memilih botol susu untuk bayi, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan.

1. Botol Plastik atau Gelas?

Botol gelas lebih mudah dibersihkan dan di-sterilisasi untuk mengurangi resiko adanya kuman, ini akan cocok digunakan untuk bayi yang baru lahir. Botol dari kaca juga lebih tahan lama daripada botol plastik. Namun, kekurangannya adalah botol yang terbuat dari kaca mudah pecah bila terjatuh, sehingga bisa membuat bayi dan Bunda terluka.

Ketika bayi mulai tumbuh besar, botol plastik bisa menjadi pilihan. Kelebihannya, botol plastik tidak mudah pecah ketika si kecil menjatuhkan nya. Kekurangannya, botol plastik mengandung zat kimia yang larut bila terkena panas.

2. Ukuran Botol

Ada beberapa ukuran botol susu yang beredar di pasaran yaitu, ukuran 30-50 ml, 120 ml dan 200 ml. Pilih botol yang besarnya sesuai dengan kemampuan bayi saat memegangnya.

3. Dot / Puting Botol

Puting botol susu bayi biasanya terbuat dari lateks atau silikon. Puting silikon lebih memiliki keunggulan seperti, tidak berbau, tidak berasa dan tidak menimbulkan alergi. Puting dari silikon juga mengurangi resiko bayi tersedak saat mengisap nya.

Sebaiknya, Anda menyesuaikan dot dengan kemampuan bayi ketika mengisap susu. Ketika bayi sudah mulai tumbuh gigi, Bunda bisa memilihkan dot ortodontik untuk nya.

4. Bentuk Botol dan Sirkulasi Udara

Ketika makan, beberapa bayi menelan udara lebih banyak sehingga menyebabkan ketidaknyamanan pada perut mereka. Untuk bayi yang cenderung rewel setelah makan, botol dengan sistem ventilasi udara atau botol dengan bentuk miring, dapat membantu mencegah begitu banyak udara masuk perut bayi, yang pada gilirannya dapat mengurangi kerewelan mereka.

5. Tidak Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Sebaiknya, Bunda memilih botol yang bertanda "recycle" sehingga dapat digunakan berkali-kali. Pilih juga yang bertanda "food grade" agar botol aman untuk menyimpan makanan atau minuman.

6. Regulator Anti Sedak

Pada bayi berusia 0 hingga 3 bulan, botol bayi sebaiknya memiliki regulator untuk mengatur sirkulasi susu, mencegah susu tumpah dan mencegah bayi tersedak.

Salah satu faktor penting dalam memilih botol susu bayi adalah mudah dibersihkan. Botol bayi harus dibersihkan setiap kali setelah menggunakannya.

Tips Cara Memilih Pompa ASI

Menyusui ASI adalah saatnya bagi Bunda untuk memberikan makanan yang terbaik si kecil, terutama enam bulan pertama. ASI memiliki begitu banyak manfaat lebih baik daripada susu formula. Namun, untuk ibu yang sibuk bekerja, memiliki jadwal yang sangat sibuk dan melelahkan sehingga tidak punya waktu untuk menyusui maka pompa ASI menjadi solusinya.

Kebanyakan ibu lebih suka menggunakan pompa untuk memperoleh ASI yang lebih banyak. Namun, dalam memilih pompa ASI pun tidak boleh sembarangan. Ada beberapa pertimbangan yang sebaiknya diperhatikan ketika memilih pompa ASI.

1. Faktor Keamanan

Pompa ASI yang dijual di pasaran, kebanyakan terbuat dari plastik. Sebaiknya, Anda memilih pompa ASI plastik yang terbuat dari bahan High Density Polyehylene (HDPE) agar aman untuk menyimpan makanan dan minuman bayi. Hindari pompa berbahan BisphenolA (BPA) karena sudah dilarang pemakaiannya oleh FDA.

2. Jenis Pompa

Pompa jenis silinder atau piston lebih dianjurkan pemakaiannya daripada jenis terompet atau squeeze-bulb, karena lebih mudah diatur serta lebih mudah dibersihkan.

3. Pompa ASI Manual atau Elektrik

Ada beberapa pilihan jenis pompa ASI yang ditawarkan di pasaran seperti pompa ASI manual, pompa ASI elektrik, pompa ASI baterai dan pompa ASI kombinasi baterai dan listrik.

Pompa ASI manual cocok untuk Bunda yang ingin memompa ASI dalam waktu yang lebih banyak. Sedangkan, pompa baterai atau elektrik, cocok untuk Bunda yang memilih waktu singkat saat memompa ASI.

4. Pompa ASI Mudah Dibersihkan

Penggunaan pompa ASI yang terus menerus sebaiknya mudah dibersihkan dan dirawat agar tahan lama.Pompa ASI yang baik mudah dibersihkan dan dipisahkan setiap bagiannya.

5. Kekuatan Hisap Pompa ASI

Pompa dengan daya hisap tinggi dapat menyebabkan payudara ibu sakit. Sebaiknya, Bunda memilih pompa ASI yang kekuatan hisap nya dapat diatur tinggi rendahnya.

6. Suku Cadang

Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih pompa ASI adalah suku cadang nya. Sebaiknya, pilih pompa yang menyediakan suku cadang sehingga bila salah satu bagian pompa ASI rusak, Anda bisa mencari dan menggantinya dengan mudah.

Kapan Memperkenalkan Makanan Padat Kepada Bayi?

Bayi yang sedang dalam masa perkembangan dan pertumbuhan membutuhkan asupan zat besi dan nutrisi lain yang terkandung dalam makanan padat. Setelah kelahiran hingga usia enam bulan, bayi masih menyimpan nutrisi zat besi sejak dalam kandungan. ASI dan susu formula juga mengandung zat besi yang penting untuk si kecil. Ketika bayi dikenalkan makanan padat, ia akan belajar untuk makan.

Namun, memperkenalkan makanan padat kepada bayi bisa menjadi membingungkan bagi sebagian orang tua. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara yang benar agar makanan yang diberikan kepada bayi tepat untuk pertumbuhannya.

Kapan mulai memperkenalkan makanan padat kepada bayi?

Kebanyakan bayi siap diberi makanan padat pada usia antara 4-6 bulan. Ini merupakan waktu yang baik untuk mulai memperkenalkan makanan padat karena pada saat itulah bayi membutuhkan lebih banyak nutrisi, seperti zat besi, yang menyediakan makanan padat sebagai tambahan atau pendamping ASI atau susu formula.

Pada usia ini, bayi sudah siap untuk mengalami rasa dan tekstur baru. Memperkenalkan makanan padat kepada bayi akan membantu perkembangan gigi dan rahangnya.

Tanda-Tanda Bayi Siap Diberi Makanan Padat

Setiap bayi berbeda tetapi ada beberapa tanda-tanda yang dapat memberitahu Anda saat bayi Anda sudah siap untuk makanan padat.

- Bayi sangat tertarik ketika melihat Anda makan bahkan mencoba meraih makanan Anda.

- Membuat gerakan mengunyah dengan mulut.

- Bayi sudah bisa menyimpan makanan di mulutnya.

- Bayi akan membuka mulutnya ketika menawarkan makanan dengan sendok.

- Kontrol kepala dan leher yang baik dan kemampuan untuk duduk tegak bila didukung.

- Nafsu makan bertambah.

Tips Memperkenalkan Makanan Padat Kepada Bayi

- Kenalkan bayi pada satu jenis makanan seperti bubur susu tanpa tambahan makanan padat lain.

- Pada permulaan, Anda bisa memberi satu hingga dua sendok teh makanan. Porsi bisa bertambah seiring dengan pertumbuhan bayi yang semakin besar.

- Beri jeda beberapa hari, setidaknya empat hari, sebelum memperkenalkan makanan lain agar bayi mengenal dan menerima makanan baru. Dengan waktu jeda ini, Anda juga bisa mengetahui apakah bayi alergi terhadap makanan yang diberikan.

- Ketika bayi sudah di atas enam bulan, Anda bisa memberinya nasi tim saring.

- Pada usia 8 hingga 12 bulan, Anda bisa memberi si kecil makanan yang hanya dicincang.

- Anda bisa memberikan bayi Anda buah-buahan, tepung-tepungan lalu sayuran sebagai Makanan Pendamping ASI.

- Setelah bayi berusia enam bulan, biasanya ia sudah bisa diberi daging, ikan dan telur. Akan tetapi, bila bayi alergi terhadap daging, ikan dan telur, Anda sebaiknya memberikannya setelah bayi berusia satu tahun.

- Jadwal makan bayi bisa fleksibel atau dalam waktu-waktu tertentu, tergantung dengan keadaan bayi ketika mengalami lapar dan haus. Pada saat-saat tersebut, sistem pencernaan bayi sudah siap menerima, mencerna, dan menyerap makanan.

Buatlah acara makan si kecil menjadi menyenangkan ketika memperkenalkan makanan padat kepada bayi, sehingga menjadi pengalaman yang luar biasa bagi Bunda maupun bayi.

Perkembangan Bayi 3 Bulan

Bayi Anda sudah berusia tiga bulan sekarang, banyak perubahan dalam perkembangannya. Sebuah perkembangan dramatis, buah hati Anda menjadi bayi yang aktif dan responsif.

Berikut ini adalah perkembangan bayi usia 3 bulan.

Kemampuan Motorik

- Bayi sudah bisa mengangkat kepala dan dada saat tengkurap.

- Bayi mampu menopang bagian atas tubuh dengan lengannya seperti "push up".

- Pada usia tiga bulan, kaki bayi bisa sudah menendang, mengangkat lengannya ke atas dan ke bawah.

- Bayi bisa menggenggam dan menggoyangkan mainan tangan.


Pola Tidur Bayi 3 Bulan

Bayi berumur tiga bulan biasanya tidur selama sekitar 15 jam per hari. Pada siang hari, bayi membutuhkan waktu sekitar dua atau tiga kali tidur siang. Dua per tiga dari waktu tidur bayi biasanya terjadi pada malam hari. Namun, semua bayi berbeda-beda. Jadi, jangan putus asa jika bayi Anda masih hanya tidur dalam waktu pendek.

Pada usia ini, penting untuk untuk memperkenalkan siang dan malam pada bayi agar tidak mengembangkan kebiasaan tidur negatif.

Kemampuan Indera Tubuh Bayi

Si kecil sudah bisa melihat wajah dengan seksama, mengikuti objek yang bergerak, mengenali benda-benda dan orang di kejauhan. Ketika bayi mendengar suara Anda, ia tersenyum. Bayi pun mulai mengoceh, sudah mulai bisa menirukan suara-suara dan menggerakkan kepalanya ke arah sumber suara.

Bayi pada usia tiga bulan, biasanya senang bermain. Ketika berhenti bermain ia mungkin akan menangis. Wajah dan tubuhnya menjadi semakin komunikatif dan ekspresif. Satu lagi yang bisa membuat Bunda gembira bahwa si kecil sudah menirukan beberapa gerakan dan ekspresi wajah.

Kapan Pergi Ke Dokter?

Pada dasarnya normal jika perkembangan bayi berbeda-beda, ada yang lebih cepat dan ada tertinggal dari yang lain. Setiap bayi itu unik dan naluri Anda juga sama pentingnya. Sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika Anda khawatir dengan perkembangan si kecil saat berusia 3 bulan atau menemukan tanda-tanda sebagai berikut :

- Kontrol kepala tidak mengalami perkembangan.

- Tidak ada upaya untuk mengangkat kepala ketika bayi tengkurap.

- Kurangnya respon terhadap suara atau isyarat visual, seperti suara keras atau lampu terang.

- Ketidakmampuan untuk fokus pada mata pengasuh.

- Berat badan bayi kurang.

Manfaat Menyusui ASI Untuk Ibu dan Bayi

Setelah bayi lahir, satu hal yang pertama kali perlu dilakukan ibu adalah menyusui. Air Susu Ibu ( ASI ) merupakan makanan alami yang sangat direkomendasikan karena berbagai manfaatnya baik untuk bayi maupun ibu. Kandungan dalam ASI dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang. Antibodi yang terkandung dalam ASI bermanfaat untuk menjaga kesehatan si kecil dan membantunya memerangi penyakit.

Para dokter dan ilmuwan menyarankan para ibu untuk menyusui bayi pada tahun pertamanya, dan memberi ASI eksklusif setidaknya pada 6 bulan pertama agar bayi tumbuh dengan sehat. Menyusui ASI juga sangat penting dan menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi yang lahir prematur.

Manfaat Menyusui ASI Untuk Bayi

- ASI mudah dicerna bayi.

- ASI mengandung nutrisi dan antibodi pelindung.

- Menyusui ASI membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi baik fisik maupun emosional.

- Menyusui ASI membantu bayi Anda dari infeksi dada, meningitis, infeksi telinga dan infeksi urin.

- Menyusui ASI dapat menurunkan resiko serangan SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak.

- Menyusui ASI dapat melindungi bayi dari masalah perut kronis, kanker pada anak, alergi, eksim atau asma.

- Menyusui ASI membantu mengurangi risiko obesitas dan dapat membantu mengurangi risiko diabetes di kemudian hari.

Manfaat Menyusui ASI Untuk Ibu

- Menyusui membantu pemulihan ibu setelah melahirkan.

- Menyusui dapat mengurangi resiko kanker payudara pre menopause, kanker ovarium, osteoporosis dan patah tulang pinggul di kemudian hari.

- Menyusui dapat membantu mengurangi berat badan ibu setelah meningkat pada masa kehamilan.

- Menyusui bisa menjadi pemacu bagi ibu untuk menjalani gaya hidup sehat.

- Menyusui dapat meningkatkan hubungan emosional yang lebih kuat antara ibu dan bayi.

Bunda dianjurkan untuk memberi ASI eksklusif kepada bayi setelah kelahiran sampai bayi berumur 6 bulan. ASI eksklusif dapat memenuhi kebutuhan cairan bayi Anda. Oleh sebab itu, bayi tidak membutuhkan air, minuman atau makanan lain sampai ia berusia sekitar enam bulan.

Setelah bayi berusia enam bulan, sebaiknya Anda memperkenalkan makanan pendamping (padat). Teruskan menyusui sampai bayi berusia setidaknya satu tahun atau lebih.

Perkembangan Bayi 2 Bulan

Duh, bahagianya ya Bunda. Si kecil sudah berumur dua bulan sekarang. Pada umur dua bulan ini, bayi Anda senang dengan suara mereka sendiri dan mulai mengembangkan kemampuan vokalnya.

Bayi berumur dua bulan sudah bisa tersenyum untuk memperlihatkan bahwa dia sedang senang dan bahagia. Ia sudah mulai belajar mengembangkan indera pengelihatan, pendengaran, rasa, bau dan sentuhan. Bayi Anda mulai belajar memperhatikan Anda, orang-orang di sekitarnya dan bagaimana cara saling berinteraksi satu sama lain.

Jika bayi Anda lahir prematur, perlu diingat bahwa bayi yang lahir lebih awal biasanya memerlukan sedikit lebih banyak waktu untuk perkembangan mereka.

Kemampuan Motorik Bayi

Bayi sudah bisa mengangkat kepalanya lebih kuat saat tengkurap atau ketika badannya ditegakkan. Gerakan mudah menjadi lebih terkoordinasi. Si kecil sudah bisa mengisap jari atau kepalan tangan sebagai cara untuk menenangkan dirinya sendiri.

Ketika bayi di usia 2 bulan, ia mungkin melacak obyek berwarna-warni tergantung di depannya. Bayi Anda mungkin memegang mainan yang Anda letakkan di salah satu tangannya.

Pola Tidur Bayi Dua Bulan

Bayi berumur dua bulan, biasanya tidur selama 15-16 jam sehari. Jika bayi diberikan ASI, ia akan bangun setiap tiga jam atau lebih. Pada umumnya, bayi usia dua bulan periode tidurnya lebih pendek pada siang hari dan lebih panjang di malam hari.

Posisi tidur bayi sebaiknya terlentang untuk mengurangi resiko serangan SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak. Jangan meletakkan benda-benda seperti bantal, selimut, boneka binatang dan bumper lembut di boks bayi. Jangan biarkan suhu kamar bayi terlalu panas ( overheat ).

Indera Bayi Dua Bulan

Ketika berusia dua bulan, bayi dapat memperhatikan dengan baik objek yang mengelilinginya pada jarak hingga 18 inchi. Bayi bisa melihat wajah Anda dengan baik dan jelas ketika Anda sedang menyusuinya. Ia sudah bisa mengikuti gerakan tertentu. Si kecil akan senang ketika melihat wajah orang-orang di sekitarnya terutama ibu yang menyusuinya.

Indera pendengaran bayi usia dua bulan juga meningkat. Pada usia ini, bayi Anda sudah mendengarkan suara di sekelilingnya secara aktif. Ia akan mendengar suara Anda dengan penuh perhatian. Si kecil akan memperhatikan gerakan mulut Anda dan bagaimana cara Anda berbicara.

Pada akhir bulan kedua usianya, bayi biasanya sudah bisa mengucapkan suara yang berbeda dimulai dengan vokal "A" atau "O".

Komunikasi

Cara komunikasi bayi umur dua bulan biasanya dengan menangis. Ia menunjukkan minat dalam ekspresi wajah. Si kecil sudah bisa tersenyum. Dia mulai mengoceh dan meniru beberapa suara.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan tentang perkembangan bayi Anda, sebaiknya konsultasi ke dokter anak agar mendapatkan informasi yang lebih baik.

Waspadai SIDS Pada Bayi

SIDS, singkatan dari Sudden Infant Death Syndrome atau Sindrom Kematian Bayi Mendadak, didefinisikan sebagai kematian mendadak dan tidak terduga pada bayi. Sampai hari ini, belum diketahui apa penyebabnya. Sindrom ini menjadi penyebab kematian bayi berusia kurang dari satu tahun. Akan tetapi, sebagian besar kasus SIDS terjadi pada bayi di bawah usia enam bulan.

Bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dengan tidur. Oleh karena itu, Anda perlu mewaspadai pola tidur yang tidak aman yang dapat meningkatkan resiko terkena sindrom kematian bayi mendadak.

Pola Tidur Yang Aman Bagi Bayi

Posisi tidur bayi terlentang bisa mengurangi resiko serangan SIDS. Kemungkinan besar, bayi terkena sindrom kematian mendadak karena posisi tidur yang tengkurap atau miring. Anda Pastikan tidak menutupi kepala bayi saat ia tidur. Sebaiknya, ketika bayi Anda tidur tidak menggunakan bantal.

Jika Anda memiliki babysitter atau pengasuh anak, sebaiknya Anda menjelaskan hal ini kepada mereka, sebelum menyerahkan bayi Anda untuk mereka rawat.

Jauhkan Bayi Dari Asap Rokok

Asap rokok berefek merugikan dan membahayakan bagi bayi, baik ketika masih dalam kandungan ataupun setelah ia lahir. Orang tua yang perokok selama masa kehamilan dan setelah melahirkan, dapat meningkatkan resiko serangan SIDS pada bayi. Apalagi, jika kedua orangtua perokok, maka resikonya bisa berlipat ganda.

Bebaskan bayi Anda dari asap rokok, baik itu di rumah, di luar rumah ataupun di mana saja ketika Anda membawa bayi Anda. Jika Ayah atau Bunda perokok, sebaiknya menghentikan kebiasaan tersebut demi keselamatan dan kesehatan si kecil.

Sirkulasi Udara dan Suhu Udara Ruangan Bayi

Pastikan ventilasi udara ruangan bayi dalam kondisi baik, sehingga bayi bisa bernafas dengan baik. Anda mungkin ingin menjaga suhu tubuh si kecil tetap hangat dengan menyelimutinya. Pastikan suhu udara kamar bayi antara 16 - 21 derajat Celcius. Suhu udara yang terlalu panas bisa meningkatkan resiko serangan SIDS.

Konsultasi Ke Dokter Anak

Cara ini efektif untuk melindungi bayi Anda dari SIDS. Kunjungan rutin ke dokter selama bulan-bulan awal kelahiran dapat membantu menjaga bayi agar tetap aman dan sehat.

3 Tips Menangani Jerawat Pada Bayi Anda

Jerawat bayi merupakan ruam yang muncul seperti jerawat merah pada wajah bayi. Kulit bayi kelihatan merah dan kasar. Biasanya, jerawat pada bayi bisa muncul selama beberapa minggu pertama dari kelahiran sampai bayi berusia berusia enam bulan. Namun, Anda tidak perlu khawatir dengan jerawat ini, karena akan hilang dengan sendirinya. Biasanya, jerawat bayi muncul pada pipi, tapi bisa juga muncul di leher dan dagu.

Penyebab

Para ilmuwan masih belum mengetahui penyebab pasti munculnya jerawat pada bayi. Salah satu penyebab yang dipercaya menyebabkan jerawat pada bayi adalah hormon dari ibu yang melewati plasenta dan merangsang kelenjar sebaceous bayi. Hormon dari ibu menyebabkan bintik-bintik merah dan jerawat seluruh kulit bayi. Penyebab lain dari jerawat bayi adalah obat yang dikonsumsi ibu saat menyusui. Namun, belum ada jawaban yang pasti mengenai penyebab jerawat pada bayi.

Penanganan Jerawat Pada Bayi

- Cara menangani jerawat pada bayi sangat mudah. Anda bisa mencuci wajah bayi dengan lembut menggunakan sabun lembut dan air, dua kali atau sekali sehari untuk menjaga kebersihannya. Anda tidak harus menggosok kulit bayi. Sebaiknya, Anda tidak mencuci kulit bayi terlalu sering karena dapat menyebabkan iritasi kulit.

- Hindari menggunakan lotion atau minyak pada kulit bayi karena bisa memperburuk jerawat. Anda tidak perlu mencuci handuk, garis, pakaian, selimut dan bahan lainnya yang kontak dengan kulit si bayi.

- Jika kondisi tersebut berlangsung selama lebih dari tiga bulan, Anda bisa berkonsultasi ke dokter anak untuk menentukan apakah penyebab jerawat pada bayi Anda. Kadang-kadang, kelainan kulit seperti eksim dan cradle cap bisa muncul sebagai jerawat sehingga menyebabkan kebingungan di antara orang tua baru.

Perkembangan Bayi 1 Bulan

Ketika si mungil lahir ke dunia, sungguh membahagiakan rasanya. Anggota keluarga baru yang membawa keceriaan dan suka cita di tengah-tengah keluarga. Tahun-tahun pertama dari kelahiran bayi merupakan saat-saat yang luar biasa. Bayi tumbuh menjadi balita yang mulai bisa berjalan dan berbicara.

Pada bulan pertama, bayi mulai membiasakan diri dengan dunia barunya. Bunda dan Ayah, menjadi petugas yang mengurus segala kebutuhan si kecil. Anda akan segera mengetahui, perkembangan bayi Anda selama satu bulan.

Perlu diketahui bahwa, bila si kecil lahir prematur, Anda sebaiknya mengukur perkembangan bayi dihitung dari tanggal kelahiran normal, bukan berdasarkan usia kelahiran kronologis mereka yaitu dihitung dari hari kelahiran mereka. Sebagian besar dokter, mengevaluasi perkembangan bayi berdasar tanggal kelahiran normal bayi. Bayi prematur membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding bayi yang lahir normal

Perkembangan Fisik Bayi

- Otot leher bayi semakin kuat sehingga bisa mengangkat kepalanya. Ketika tengkurap, bayi sudah mampu mengangkat kepalanya dalam waktu singkat.

- Gerakan tangan dan kaki masih belum terkendali.

- Mata bayi berumur satu bulan masih rabun, ia hanya bisa fokus melacak objek bergerak pada jarak 20 - 25 cm. Si kecil akan tertarik dengan objek tebal dengan pola warna putih hitam. Bayi Anda akan memutar kepala dan matanya untuk melihat Anda.

- Si kecil akan mulai bergumam untuk mengungkapkan perasaannya. Anda bisa berbicara kepada bayi Anda karena ia telah mampu mengenali Anda.

- Bayi Anda sudah bisa mendengar suara Anda. Jadi, Anda bisa berbicara atau bernyanyi saat menyusui, menggendong, bermain atau memandikan si kecil.

- Bayi berusia satu bulan mengepalkan jarinya ketika Anda meletakkan jari Anda ke telapak tangannya.

- Jika Anda menyusui si kecil, bayi akan menyusu ibunya setiap 2-3 jam atau sekitar 8-12 kali sehari. Jika Anda memberi susu formula, bayi makan setiap 3-4 jam atau 6-8 kali sehari.

- Bayi berusia satu bulan tidur selama 2-3 jam, kemudian bangun, makan dan tidur lagi. Bayi yang baru lahir, rata-rata tidurnya sekitar 15 sampai 18 jam per hari.

Perkembangan Emosional Bayi

- Si kecil sudah bisa tersenyum. Berikan senyuman hangat untuk bayi Anda.

- Bayi Anda sangat penuh perhatian dan suka mempelajari wajah orang lain.

- Bayi Anda suka melihat benda bergerak atau kontras yang berada di dekatnya.

- Bayi sudah memperlihatkan respon positif terhadap suara-suara dan musik berirama sederhana.

Perkembangan bayi berumur satu bulan di atas merupakan panduan umum. Setiap bayi adalah unik dan akan mencapai tonggak perkembangan mereka pada waktu yang berbeda-beda. Jika Anda masih kurang yakin dengan perkembangan bayi Anda, Anda bisa berkonsultasi ke dokter anak.

Cara Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Tali pusat merupakan penghubung janin dan plasenta selama bayi masih dalam kandungan ibunya. Plasenta memiliki peran penting dalam menyediakan oksigen dan makanan untuk bayi yang belum lahir. Namun, ketika si kecil lahir tali pusat tidak lagi diperlukan.

Ketika bayi lahir, dokter memotong tali pusar mereka. Pemotongan tali pusat bayi menyisakan tunggul sekira 1 inchi, yang secara alami akan lepas dalam jangka waktu normal 7-10 hari. Namun, ada beberapa kasus tunggul tali pusat lepas dalam dua minggu.

Perlakuan yang buruk pada sisa tali pusat bayi dapat menyebabkan infeksi. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui perawatan tali pusat yang benar. 

Berikut adalah beberapa tips tentang cara perawatan tali pusat bayi yang baru lahir:

- Jaga tunggul tali pusat agar tetap kering. Tali pusat basah menjadi tempat berkembang biak yang ideal untuk mikroba. Bayi baru lahir tidak memiliki kekebalan untuk melawan mikroba. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga tunggul tali pusat pada bayi yang baru lahir tetap kering sampai tunggul jatuh / lepas.

- Tali pusat harus dibersihkan secara teratur. Anda bisa membersihkan tunggul tali pusat dengan air matang dan kapas. Hindari membersihkan tali pusat bayi dengan betadine atau salep karena kulit bayi masih sensitif.

- Untuk mempercepat proses penyembuhan, bayi harus memakai popok dan baju longgar agar sirkulasi udara baik. Hindari memakaikan bayi dengan bodysuit jika tunggul tali pusatnya belum lepas.

- Bila tunggul tali pusat belum jatuh atau lepas, sebaiknya Anda memandikan bayi dengan diusap atau dilap saja supaya tali pusat tidak basah.

- Hindari gesekan antara tali pusat dengan popok bayi dengan melipat bagian atas popok.

Kapan Pergi Ke Dokter?

Sebaiknya Anda membawa bayi ke dokter jika menemukan tanda-tanda infeksi tunggul tali pusat sebagai berikut :

1) Tunggul tali pusat berwarna kemerahan dan muncul bengkak.

2) Tunggul terus berdarah.

3) Muncul nanah kekuningan.

4) Tunggul mengeluarkan bau busuk.

Perut Kembung Pada Bayi - Penyebab dan Cara Mengatasi

Perut kembung pada bayi terjadi karena gas yang ada di dalam sistem pencernaannya tidak dikeluarkan. Akibatnya, volume gas di dalam perut bayi menjadi berlebih. Perut kembung bisa menyebabkan bayi kesakitan dan menangis berkepanjangan.

Penyebab

- Sistem pencernaan bayi yang kurang matang menyebabkan mudah menghasilkan gas pada lambung atau usus sehingga menyebabkan kembung.

- Ketika menyusui bayi dengan posisi yang kurang tepat juga menyebabkan perut kembung pada bayi. Pada saat menyusu, bayi juga mengisap udara.

- Makanan yang dimakan oleh ibu menyusui juga dapat menjadi penyebab perut kembung pada bayi.

- Bayi dapat mengalami perut kembung pada masa peralihan dari susu ke makanan padat, karena sistem pencernaan bayi mencoba untuk mengatasi masuknya makanan baru dan berbeda.

Penanganan Kembung Pada Bayi

- Beri tepukan pada punggung bayi dengan lembut setelah makan selama 1-2 menit agar bayi bisa bersendawa.

- Pijatan ringan di perut bayi dengan minyak penghangat tubuh dapat membantu menangani perut kembung si kecil.

- Buatlah bayi bersendawa setelah menyusuinya.

- Mandikan bayi Anda dengan air hangat.

- Biarkan bayi aktif bergerak dan bermain agar membantu mengeluarkan gas dari perutnya.

Pencegahan

Membuat bayi sering bersendawa selama menyusui dapat membantu mengeluarkan gas sebelum mencapai usus. Sebaiknya, bayi bersendawa setiap tiga sampai lima menit ketika ia makan. Posisikan bayi tegak ketika menyusui, dan selama 15-20 menit setelah menyusui juga dapat membantu mengurangi gas yang menyebabkan perut kembung.

Kapan Pergi Ke Dokter?

Pada dasarnya, perut kembung pada bayi tidak menjadi masalah. Namun, ketika bayi menjadi tidak mampu buang gas atau memiliki masalah usus, ini dapat mengindikasikan penyakit atau gangguan pada saluran pencernaan dan harus dilaporkan kepada dokter.