Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Bayi Dan Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Bayi Dan Ibu. Tampilkan semua postingan

4 Cara Sederhana Menangani Batuk Pada Bayi

Batuk bisa sangat menganggu bayi Anda. Namun Anda jangan khawatir karena biasanya batuk pada bayi sembuh dalam dua minggu. Tentu saja, menangani batuk si kecil sungguh melelahkan. Anda mungkin saja akan kurang tidur selama beberapa hari hingga bayi Anda bisa tidur lelap.

Batuk terbagi menjadi dua macam yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Batuk kering biasanya merupakan salah satu tanda bahwa bayi Anda terkena flu atau demam. Pembengkakan pada tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas bayi menjadi penyebab batuk kering. Sensasi yang timbul akibat pembengkakan tersebut yaitu rasa gatal sehingga membuat bayi Anda batuk untuk menghilangkan iritasi.

Sedangkan batuk berdahak biasanya menghasilkan dahak atau lendir. Ketika bayi Anda mengalami batuk berdahak, itu adalah mekanisme tubuh untuk membersihkan dahak dari paru-parunya. Beberapa penyakit yang disertai batuk antara lain sakit tenggorokan, demam, dan hidung meler atau tersumbat.

Penanganan

Obat batuk dan flu sangat tidak dianjurkan anak-anak berusia di bawah enam tahun. Oleh karena itu, jauhi obat tersebut dalam penanganan batuk pada bayi Anda. Anda bisa melakukan beberapa cara di bawah ini untuk menangani batuk si kecil.

  • Pastikan bayi Anda banyak istirahat.
  • Berikan ASI ekstra karena bayi Anda membutuhkan banyak cairan untuk melawan infeksi.
  • Berikan obat parasetamol khusus bayi untuk meredakan demamnya.
  • Uap panas dalam ruangan baik untuk membantu melegakan saluran udara bayi Anda. Tetap jaga bayi Anda dari air panas supaya ia tidak terluka.

Sebaiknya periksakan bayi Anda ke dokter anak apabila batuk si kecil tidak sembuh selama lima hari dan semakin memburuk, suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius, serta punya masalah pernapasan.

Waspadai Penyakit Kuning Pada Bayi

Sekitar enam dari 10 bayi yang baru lahir memiliki penyakit kuning untuk berbagai tingkatan. Pada bayi prematur, penyakit kuning sering terjadi. Pada bayi kuning, kulit dan mata mereka memiliki semburat kekuningan. Zat bilirubin yang menumpuk dalam tubuh dan jaringan tubuh si kecil menjadi penyebab bayi kuning.

Bilirubin merupakan zat dalam tubuh dari sel darah merah yang tua dan rusak. Zat tersebut kemudian dibuang oleh hati sebagai limbah. Ketika masih dalam kandungan, bilirubin bayi diturunkan tali pusat dan dieliminasi oleh tubuh ibu. Setelah lahir, liver bayi mampu menghilangkan bilirubin sendiri. Bayi membutuhkan waktu selama beberapa hari sampai hati berfungsi dengan penuh. Jika bilirubin dalam tubuh bayi berlebihan akan menyebabkan gejala penyakit kuning.

Penyakit kuning pada bayi biasanya muncul pada hari kedua atau ketiga. Jika bayi dalam kondisi sehat, ikterus akan hilang dengan sendirinya dalam seminggu atau lebih. Sedangkan, keadaan bayi sakit atau lahir prematur memerlukan pemantauan ketat dan perawatan medis.

Ikterus juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor lain antara lain antibodi golongan darah, anemia hemolitik, hepatitis dan galaktosemia.

Tanda-Tanda Bayi Kuning

- Muncul semburat kuning pada kulit, biasanya dimulai dari kulit wajah dan kulit kepala.
- Muncul semburat kuning pada bagian putih mata.
- Pada ikterus moderat, semburat kuning menyebar ke kulit tubuh.
- Jika jaundice pada bayi parah, telapak tangan dan telapak kaki bayi berubah kuning.
- Kantuk bayi tidak seperti biasa.
- Bayi mengalami kesulitan makan.
- Dalam beberapa kasus, tinja bayi berwarna terang dan urin gelap.

Perawatan Bayi Kuning

Langkah-langkah berikut dapat membantu mengurangi penyakit kuning pada bayi :

- Cara terbaik menangani bayi kuning adalah sering menyusui si kecil, baik itu menyusui ASI atau memberi susu formula. Sering menyusui bayi, sekitar 8-12 kali sehari, dapat membantu menambah cairan pada bayi yang berguna untuk membuang zat bilirubin yang berlebih.

- Menjemur bayi dengan menempatkan bayi Anda di sebelah jendela tertutup dan membiarkan sinar matahari menyinari kulitnya untuk sekitar lima belas menit, selama empat kali sehari. Sinar matahari melarutkan bilirubin dalam kulit sehingga dapat diekskresikan dalam urin bayi Anda.

Namun perlu diperhatikan bahwa, Anda harus memperhatikan kondisi si kecil, panas matahari dan waktu menjemur bayi.

Jika Anda tidak yakin tentang penyakit kuning bayi Anda, sebaiknya selalu memeriksakan bayi ke dokter anak untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.

Asma Pada Bayi

Asma merupakan peradangan pada bronkiolus ( tabung pernapasan kecil ) sehingga menyebabkan bayi mengalami kesulitan bernapas. Beberapa penyebab asma antara lain alergi dan polutan lingkungan seperti asap rokok. Penyakit asma juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas dan udara dingin.

Ada hubungan erat antara asma dengan alergi. Sebanyak 60% penderita asma menderita alergi. Bayi yang menderita alergi memiliki resiko lebih besar terserang asma.

Faktor-faktor Resiko Asma Pada Bayi

- Lingkungan keluarga yang perokok terutama ibu, bayi beresiko terkena asma empat kali lebih besar.

- Bayi lahir secara prematur.

- Faktor riwayat keturunan dari anggota keluarga yang menderita asma atau alergi.

- Bayi memiliki alergi eksim atau alergi makanan.

- Lingkungan rumah yang lembab.

Tanda-Tanda Asma Pada Bayi

- Bayi mengalami batuk dan sesak napas terus menerus terutama di malam hari.

- Bayi bernapas lebih cepat dari biasanya.

- Bayi alergi terhadap susu, telur, debu, serbuk sari dan bulu binatang.

- Bayi mengalami eksim.

Tips untuk membantu bayi Anda yang mengalami asma :

- Jika bayi sudah memperoleh MPASI, berikan si kecil sayur-sayuran dan buah yang banyak mengandung vitamin C.

- Pastikan bayi tidak intoleran terhadap laktosa yang bisa menyebabkan produksi lendir yang berlebihan dan dapat menyebabkan penyumbatan sinus serta  kemacetan saluran udara pernapasan.

- Deterjen dan bahan kimia rumah tangga harus dijauhkan dari kamar dan tempat bermain bayi karena bisa mengganggu saluran udara bayi yang menyebabkan peradangan.

- Hindari kontak dengan zat-zat sepertidebu rumah, bulu bantal dan hewan peliharaan.

- Hindari suhu ruangan bayi yang dingin dan lembab.

Asma merupakan penyakit kronis jangka panjang dan belum dikathui obatnya. Namun, asma bisa dikelola dengan bantuan obat-obatan dan mengurangi kontak dengan pemicu asma.

Sebaiknya, berkonsultasi dengan dokter secara teratur untuk mendapatkan penanganan, pengobatan dan metode terbaik untuk mengelola asma anak Anda.

Waspadai SIDS Pada Bayi

SIDS, singkatan dari Sudden Infant Death Syndrome atau Sindrom Kematian Bayi Mendadak, didefinisikan sebagai kematian mendadak dan tidak terduga pada bayi. Sampai hari ini, belum diketahui apa penyebabnya. Sindrom ini menjadi penyebab kematian bayi berusia kurang dari satu tahun. Akan tetapi, sebagian besar kasus SIDS terjadi pada bayi di bawah usia enam bulan.

Bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dengan tidur. Oleh karena itu, Anda perlu mewaspadai pola tidur yang tidak aman yang dapat meningkatkan resiko terkena sindrom kematian bayi mendadak.

Pola Tidur Yang Aman Bagi Bayi

Posisi tidur bayi terlentang bisa mengurangi resiko serangan SIDS. Kemungkinan besar, bayi terkena sindrom kematian mendadak karena posisi tidur yang tengkurap atau miring. Anda Pastikan tidak menutupi kepala bayi saat ia tidur. Sebaiknya, ketika bayi Anda tidur tidak menggunakan bantal.

Jika Anda memiliki babysitter atau pengasuh anak, sebaiknya Anda menjelaskan hal ini kepada mereka, sebelum menyerahkan bayi Anda untuk mereka rawat.

Jauhkan Bayi Dari Asap Rokok

Asap rokok berefek merugikan dan membahayakan bagi bayi, baik ketika masih dalam kandungan ataupun setelah ia lahir. Orang tua yang perokok selama masa kehamilan dan setelah melahirkan, dapat meningkatkan resiko serangan SIDS pada bayi. Apalagi, jika kedua orangtua perokok, maka resikonya bisa berlipat ganda.

Bebaskan bayi Anda dari asap rokok, baik itu di rumah, di luar rumah ataupun di mana saja ketika Anda membawa bayi Anda. Jika Ayah atau Bunda perokok, sebaiknya menghentikan kebiasaan tersebut demi keselamatan dan kesehatan si kecil.

Sirkulasi Udara dan Suhu Udara Ruangan Bayi

Pastikan ventilasi udara ruangan bayi dalam kondisi baik, sehingga bayi bisa bernafas dengan baik. Anda mungkin ingin menjaga suhu tubuh si kecil tetap hangat dengan menyelimutinya. Pastikan suhu udara kamar bayi antara 16 - 21 derajat Celcius. Suhu udara yang terlalu panas bisa meningkatkan resiko serangan SIDS.

Konsultasi Ke Dokter Anak

Cara ini efektif untuk melindungi bayi Anda dari SIDS. Kunjungan rutin ke dokter selama bulan-bulan awal kelahiran dapat membantu menjaga bayi agar tetap aman dan sehat.

3 Tips Menangani Jerawat Pada Bayi Anda

Jerawat bayi merupakan ruam yang muncul seperti jerawat merah pada wajah bayi. Kulit bayi kelihatan merah dan kasar. Biasanya, jerawat pada bayi bisa muncul selama beberapa minggu pertama dari kelahiran sampai bayi berusia berusia enam bulan. Namun, Anda tidak perlu khawatir dengan jerawat ini, karena akan hilang dengan sendirinya. Biasanya, jerawat bayi muncul pada pipi, tapi bisa juga muncul di leher dan dagu.

Penyebab

Para ilmuwan masih belum mengetahui penyebab pasti munculnya jerawat pada bayi. Salah satu penyebab yang dipercaya menyebabkan jerawat pada bayi adalah hormon dari ibu yang melewati plasenta dan merangsang kelenjar sebaceous bayi. Hormon dari ibu menyebabkan bintik-bintik merah dan jerawat seluruh kulit bayi. Penyebab lain dari jerawat bayi adalah obat yang dikonsumsi ibu saat menyusui. Namun, belum ada jawaban yang pasti mengenai penyebab jerawat pada bayi.

Penanganan Jerawat Pada Bayi

- Cara menangani jerawat pada bayi sangat mudah. Anda bisa mencuci wajah bayi dengan lembut menggunakan sabun lembut dan air, dua kali atau sekali sehari untuk menjaga kebersihannya. Anda tidak harus menggosok kulit bayi. Sebaiknya, Anda tidak mencuci kulit bayi terlalu sering karena dapat menyebabkan iritasi kulit.

- Hindari menggunakan lotion atau minyak pada kulit bayi karena bisa memperburuk jerawat. Anda tidak perlu mencuci handuk, garis, pakaian, selimut dan bahan lainnya yang kontak dengan kulit si bayi.

- Jika kondisi tersebut berlangsung selama lebih dari tiga bulan, Anda bisa berkonsultasi ke dokter anak untuk menentukan apakah penyebab jerawat pada bayi Anda. Kadang-kadang, kelainan kulit seperti eksim dan cradle cap bisa muncul sebagai jerawat sehingga menyebabkan kebingungan di antara orang tua baru.

Perut Kembung Pada Bayi - Penyebab dan Cara Mengatasi

Perut kembung pada bayi terjadi karena gas yang ada di dalam sistem pencernaannya tidak dikeluarkan. Akibatnya, volume gas di dalam perut bayi menjadi berlebih. Perut kembung bisa menyebabkan bayi kesakitan dan menangis berkepanjangan.

Penyebab

- Sistem pencernaan bayi yang kurang matang menyebabkan mudah menghasilkan gas pada lambung atau usus sehingga menyebabkan kembung.

- Ketika menyusui bayi dengan posisi yang kurang tepat juga menyebabkan perut kembung pada bayi. Pada saat menyusu, bayi juga mengisap udara.

- Makanan yang dimakan oleh ibu menyusui juga dapat menjadi penyebab perut kembung pada bayi.

- Bayi dapat mengalami perut kembung pada masa peralihan dari susu ke makanan padat, karena sistem pencernaan bayi mencoba untuk mengatasi masuknya makanan baru dan berbeda.

Penanganan Kembung Pada Bayi

- Beri tepukan pada punggung bayi dengan lembut setelah makan selama 1-2 menit agar bayi bisa bersendawa.

- Pijatan ringan di perut bayi dengan minyak penghangat tubuh dapat membantu menangani perut kembung si kecil.

- Buatlah bayi bersendawa setelah menyusuinya.

- Mandikan bayi Anda dengan air hangat.

- Biarkan bayi aktif bergerak dan bermain agar membantu mengeluarkan gas dari perutnya.

Pencegahan

Membuat bayi sering bersendawa selama menyusui dapat membantu mengeluarkan gas sebelum mencapai usus. Sebaiknya, bayi bersendawa setiap tiga sampai lima menit ketika ia makan. Posisikan bayi tegak ketika menyusui, dan selama 15-20 menit setelah menyusui juga dapat membantu mengurangi gas yang menyebabkan perut kembung.

Kapan Pergi Ke Dokter?

Pada dasarnya, perut kembung pada bayi tidak menjadi masalah. Namun, ketika bayi menjadi tidak mampu buang gas atau memiliki masalah usus, ini dapat mengindikasikan penyakit atau gangguan pada saluran pencernaan dan harus dilaporkan kepada dokter.

Diare Pada Bayi - Penyebab dan Cara Mengatasinya

Diare merupakan penyakit dimana seseorang mengeluarkan tinja yang lembek dan berair. Ketika terkena diare, frekuensi buang air besar semakin sering, paling sedikit tiga kali sehari. Seperti halnya orang dewasa, bayi pun juga bisa mengalami diare. Hanya, mungkin Anda akan kesulitan mengetahuinya karena tinja bayi sudah cukup lembut dan frekuensi BAB nya cukup sering.

Jika feses atau tinja memiliki begitu banyak air yang membasahi hampir ke seluruh bagian popok, atau jika seorang bayi buang air besar sebanyak dua atau tiga kali lebih sering daripada biasanya, maka bayi Anda mengalami diare.

Gejala Diare

- Demam tinggi

- Lesu

- Muntah

- Darah atau nanah dalam tinja

- Tinja berwarna hitam, putih, atau merah

- Nafsu makan berkurang

Penyebab Diare

- Diare dapat disebabkan oleh infeksi dari virus, bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan tinja lembek. Virus, bakteri dan parasit melepaskan racun dalam usus atau dengan mengubah keseimbangan normal bakteri dalam usus. Penting untuk diketahui bahwa bakteri merupakan penghuni normal usus. Namun, ketika jumlah dan jenis bakteri berubah secara dramatis, konsistensi tinja akan berubah juga.

- Makanan juga dapat menyebabkan diare. Beberapa bayi tidak dapat mentoleransi jenis makanan tertentu termasuk ASI atau kandungan dalam susu formula.

- Penyebab lain yang menimbulkan diare yaitu antibiotik. Penyebab ini jarang terjadi pada bayi karena mereka jarang memakai antibiotik. Antibiotik umumnya menyebabkan tinja lembek dalam banyak cara yang sama seperti beberapa infeksi lainnya, yaitu dengan mengubah keseimbangan jumlah dan jenis bakteri yang biasanya berada dalam usus. Bayi juga mungkin alergi terhadap antibiotik, tandanya yaitu BAB lebih banyak dan sering,  serta mengalami ruam kulit.

Cara Mengatasi Diare

- Ketika bayi mengalami diare, ia kehilangan banyak cairan dan kemungkinan mengalami dehidrasi. Berikan bayi cairan sebanyak mungkin untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare.

- Jika bayi enggan minum cairan, bahkan memberikan cairan dalam jumlah sedikit tapi sering adalah cara yang baik untuk mencegah dehidrasi pada bayi.

- Jika Anda sudah memberikan makanan padat untuk bayi, makanan yang mudah dicerna adalah cara yang baik untuk membantu mengatasi diare bayi. Makanan seperti sereal beras, pisang yang dilembutkan dan kentang tumbuk adalah pilihan yang baik. Selama bayi tidak muntah, makanan lunak yang mudah dicerna adalah pilihan yang baik.

- Jika Anda sedang menyusui bayi, tetaplah memberi bayi Anda ASI. Ini akan membantu mencegah dehidrasi pada bayi.

Kapan Harus Pergi Ke Dokter?

Anda bisa menghubungi dokter jika :

- Bayi Anda berusia di bawah 3-4 bulan.

- Diare terjadi selama 3 hari atau lebih

- Tinja bayi disertai darah atau nanah.

- Bayi demam dan muntah.

- Bayi tidak kencing selama 6 jam.

Batuk Pilek Pada Bayi - Apa Yang Harus Dilakukan?

Sebagai orang tua, pasti Anda sangat bahagia dengan kehadiran bayi mungil di tengah-tengah keluarga. Namun, ketika si mungil menderita sakit termasuk pilek, membuat Anda khawatir. Anda mungkin tidak cukup yakin apa yang harus dilakukan dan merasa benar-benar tak berdaya karena mendapati bayi Anda demam.

Pilek merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada bayi. Meskipun biasanya tidak serius, pilek masih menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi. Oleh karena sistem kekebalan tubuh bayi belum sepenuhnya berkembang, pilek dan batuk biasa dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi dada.

Gejala yang paling umum dari pilek adalah hidung meler, suhu di atas 38°C dan batuk. Bayi Anda mungkin juga mengalami hidung tersumbat, nyeri otot dan sakit kepala. Bayi Anda tidak bisa mengatakan ini, tetapi ia mungkin menjadi gelisah dan mudah marah.

Jika bayi terkena pilek, Anda tidak perlu panik dan khawatir. Seperti halnya pilek pada orang dewasa, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk bayi Anda ketika ia mengalami pilek.

- Pastikan bayi Anda mendapatkan banyak istirahat dan cairan untuk menjaganya dari dehidrasi, ini sangat penting.

- Teruskan memberi ASI untuk bayi karena kandungan dalam ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh si kecil.

- Jika bayi demam, Anda bisa memberinya asetaminofen atau jika usia bayi lebih dari enam bulan, Anda dapat memberikan ibuprofen, tapi jangan memberikannya kepada bayi Anda jika ia mengalami dehidrasi atau terus-menerus muntah.

- Jika bayi Anda batuk, jangan memberinya obat penekan batuk, kecuali itu diresepkan oleh dokter spesialis anak.

- Sinar matahari pagi baik untuk menghangatkan bayi Anda. Ajak bayi Anda berjemur di pagi hari.

- Jika hidung bayi tersumbat, Anda bisa mengeluarkan cairan hidung dengan penguapan atau menggunakan alat penyedot.

- Jika suhu tubuh bayi mencapai di atas 38°C, Anda bisa memberinya obat penurun panas.

Kapan Membawa Bayi Ke Dokter?

- Jika bayi berusia kurang dari tiga bulan dan menderita gejala pilek dan demam, Anda harus segera menghubungi dokter anak.

- Jika suhu tinggi bayi Anda tidak mereda setelah lima hari atau Anda merasa dia semakin parah, hubungi dokter Anda.

- Jika Anda mendapati bayi sering muntah, sulit menelan, sakit perut dan kepala, demam tidak turun setelah diberikan obat penurun panas, sering menarik telinga (kemungkinan ada infeksi telinga), batuk terus menerus, Anda harus segera menghubungi dokter.

Kolik Pada Bayi - Gejala dan Cara Menanganinya

Salah satu gangguan yang umum terjadi pada bayi adalah kolik, yang ditandai dengan bayi menangis, rewel, atau lekas marah. Seorang bayi yang menderita kolik, ketika ia menangis tiga atau lebih jam per hari, tiga hari atau lebih per minggu, berlangsung selama tiga minggu atau lebih.

Namun, itu tidak dianggap sebagai gangguan serius karena gejala secara bertahap akan hilang dengan sendiri, tanpa pengobatan tertentu .

Biasanya kolik pada bayi, dimulai dari usia dua atau tiga minggu dan puncaknya terjadi antara enam minggu dan delapan minggu. Mungkin sulit bagi orang tua, terutama yang baru membiarkan bayi menangis, tetapi bayi kolik tidak bisa dihibur.

Kolik pada bayi akan perlahan mereda dalam waktu tiga bulan. Dalam beberapa kasus, bayi kolik akan berlangsung selama enam bulan.

Gejala

- Sering menangis dan biasanya dengan suara tinggi

- Bayi mengulurkan kakinya

- Bayi melengkungkan punggungnya

- Wajah menjadi merah

- Mengepalkan tangan

- Mengeluarkan gas

- Bayi memiliki kesulitan dalam mengeluarkan feses

Penyebab

Apa yang menyebabkan kolik pada bayi masih belum diketahui dan masih dicari. Akan tetapi, teori yang berkembang, penyebab kolik bayi termasuk kondisi buruk selama kehamilan seperti kecemasan ibu prenatal, merokok, alergi, intoleransi laktosa, sistem pencernaan yang belum matang, kelelahan, atau perbedaan dalam cara seorang bayi diberi makan atau dihibur.

Penanganan

Perlu diketahui bahwa bayi rewel atau tidak berhenti menangis, tidak berarti bahwa ia mengalami kolik. Karena itu, penting untuk membedakan antara perilaku bayi normal dan perilaku yang terkait dengan kolik .

Perawatan utama untuk kolik pada bayi diberikan sesuai dengan gejala timbulnya menangis. Berikut ini adalah penanganan kolik pada bayi, yang dapat Anda lakukan di rumah :

- Menyusui jika bayi Anda tampak lapar, letakkan bayi  dalam posisi tegak selama menyusui. Jika bayi bersendawa setelah menyusui, jumlah udara yang ada di saluran pencernaan bayi Anda dapat berkurang secara signifikan.

- Bayi terbiasa mengisap sesuatu di mulut mereka karena kebiasaan menyusui. Salah satu cara sederhana menangani kolik adalah memberikan empeng. Ini akan membuat bayi berhenti menangis dan tetap tenang.

-  Mandi air hangat akan membantu dalam mengurangi nyeri kolik bayi Anda dan membuatnya tenang.

- Gunakan ayunan bayi untuk menenangkan si kecil

- Hindari makanan tertentu yang dapat meningkatkan produksi gas usus seperti makanan tinggi gula dan jus murni

- Anda dapat menggunakan handuk hangat dan menyelimuti bayi Anda untuk beberapa waktu. Ini akan membantu menenangkan bayi. Peluk bayi Anda agar ia tetap hangat.

- Anda juga dapat menggunakan minyak jarak atau minyak zaitun untuk memijat perut bayi dengan lembut, agar bayi tenang.

Buatlah catatan harian episode menangis bayi Anda seperti waktu dan lama menangis, pola tidur dan pola makannya. Catatan harian tersebut akan berguna ketika Anda pergi ke dokter untuk memeriksakan bayi. Dokter akan terbantu dalam mendiagnosa,  dengan catatan harian bayi yang Anda buat.

Cara Menangani Dan Mengatasi Konstipasi (Sembelit) Pada Bayi

Konstipasi atau sembelit merupakan kondisi dimana manusia sulit dalam buang air besar (BAB), tinja keras, berdarah dan berwarna hitam. Layaknya orang dewasa, bayi juga bisa mengalami sembelit. Bayi yang sembelit tentu membuatnya tidak nyaman dan sakit. Sebagai orang tua, Anda pun mungkin sangat khawatir dengan keadaan tersebut.

Normalnya, bayi buang besar setiap empat sampai lima hari. Jika bayi BAB lebih dari itu, mungkin Anda perlu segera menanganinya atau berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab Konstipasi Bayi

- Peralihan dari ASI ke susu formula atau setelah memperkenalkan makanan padat kepada bayi. Masa peralihan ini, bisa menyebabkan sembelit pada bayi, karena perut bayi digunakan untuk mencerna ASI dengan mudah.

- Beberapa makanan mungkin dapat menyebabkan sembelit seperti keju, sereal, kentang, yoghurt, spaghetti, pisang dll.

- Diet rendah serat bisa menyebabkan sembelit pada bayi.

- Obat dapat menyebabkan sembelit bayi, seperti antibiotik, suplemen zat besi, dan obat penghilang rasa sakit.

Tanda-Tanda Sembelit Pada Bayi

- Tinja keras dan kering

- Sakit ketika BAB

- Tinja berdarah

- Menangis atau menarik lutut

- Tidak BAB selama lebih dari lima hari

- Perut keras

Bayi Anda mungkin tidak mengalami semua gejala di atas.

Cara Menangani dan Mengatasi Sembelit Bayi

- Pijat perut bayi Anda, gerakkan jari tangan Anda melingkar, mulai dari pusar dan kemudian di sekitarnya searah jarum jam. Penggunaan beberapa minyak atau krim pada jari-jari Anda juga dapat membantu, untuk melumasi kulit dan menjaga gerakan tetap halus dan lembut. Hentikan jika bayi tampak kesakitan.

- Putar kaki seperti "gerakan mengayuh sepeda (bicycle movement)". Gerakan ini menyebabkan otot-otot perut bergerak dan menstimulasi usus besar.

- Bayi yang diberi makanan padat, Anda bisa memberinya buah plum, persik, pir, aprikot, dan kacang polong, yang membuat tinja menjadi lebih lembut.

- Anda bisa memberikan bayi cairan tambahan dengan air matang dalam botol.

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

- Jika sembelit terjadi terus menerus

- Bayi menangis saat mengejan

- Ada darah pada tinja atau pendarahan pada anus

- Nyeri perut

- Nafsu makan berkurang

Selalu berkonsultasi dengan dokter ketika menemukan tanda-tanda sembelit, agar Anda mengetahui apa yang harus dilakukan untuk dapat membantu mengatasi sembelit pada bayi Anda.

Macam-Macam Gangguan Penyakit Kulit Pada Bayi

Kondisi kulit bayi sangatlah sensitif dan rentan terhadap infeksi atau iritasi. Jika tidak hati-hati, bayi bisa terkena eksim. Gangguan penyakit eksim umum terjadi pada anak-anak. Penyebab pasti eksim tidak diketahui dengan pasti. 

Diduga eksim muncul pada anak-anak yang memiliki bakat atau keturunan alergi. Misalnya, riwayat asma atau sering bersin pada keluarganya. Juga yang alergi terhadap makanan tertentu, seperti susu sapi dan telur.Faktor penyebabnya lainnya bisa karena faktor kebersihan.

Gangguan eksim timbul bisa berupa ruam kulit yang ditandai dengan warna kemerahan pada kulit, yang menunjukkan telah terjadi peradangan. Ketika kondisi semakin parah, akan timbul bintil-bintil dan kadang-kadang lecet.

Eksim merupakan proses peradangan pada kulit, yang terjadi pada lapisan kutikula (kulit ari) dan dermis. Sebagai informasi, kulit manusia terdiri dari tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan jaringan subkutan. Kuku dan rambut merupakan bagian yang lain yang terletak di bagian luar.

Yang perlu diketahu Ayah dan Bunda, produksi kelenjar keringat dan minyak kulit bayi relatif lebih sedikit dibandingkan kulit orang dewasa. Akibatnya, kulit bayi lebih mudah terganggu perubahan suhu dan kelembaban di sekitarnya. Kulit bayi sangat rentan dengan iritasi dan infeksi.

Ketika baru lahir, kulit halus bayi ditutupi oleh lemak (vernix caseosa) yang berfungsi sebagai pelindung. Jangan memaksa untuk mengelupasnya, karena lemak tersebut akan terkelupas dengan sendirinya. Kebiasaan yang banyak terjadi, orang tua berusaha membersihkan daerah kulit dengan menggosok berlebihan. Sebaiknya, hentikan kebiasaan ini.

Perawatan kulit bayi yang harus diperhitungkan sebagai bagian dari perawatan kesehatan secara keseluruhan. Tujuannya, tentu saja, untuk menjaga kulit bersih dan sehat sehingga mereka dapat berfungsi sebagai pelindung tubuh.

Kelainan kulit seperti eksim, digolongkan menjadi dua kelompok yaitu masih baru (akut) dan kronis (menahun). Pada tahap akut, kulit tampak merah dan lembab. Bila dibandingkan dengan perdarahan di bawah kulit lainnya seperti demam berdarah, kemerahan mungkin hilang ketika ditekan, tapi muncul lagi ketika tekanan dihilangkan. Eksim akut bisa juga timbul sebagai jerawat dan itu akan berubah menjadi semacam gelembung yang jika pecah akan mengeluarkan cairan seperti getah.

Sedangkan pada tahap kronis, kulit terlihat kering. Penebalan terjadi di sepanjang garis bahwa kulit yang jelas dan kulit tampak hitam karena gangguan pigmen (hiperpigmentasi).

Berikut ini macam-macam gangguan penyakit kulit pada bayi.

1. Eksim Popok

Tentu Bunda sudah menebak dari namanya, penyakit eksim ini terjadi pada daerah yang tertutup popok, daerah antara alat kelamin , pangkal paha dan bokong . Eksim popok terjadi karena kontak kulit yang terlalu sering dan lama dengan urine atau feses. Penyakit ini, sebagian besar menyerang anak usia di bawah satu tahun . Tetapi anak usia di atas itu juga bisa mengalaminya.

Gejalanya, nampak sebagai kulit kemerahan yang dapat disertai dengan jerawat. Gesekan antara kulit dengan kulit di daerah selangkangan dapat menyebabkan lecet atau luka. Akibatnya, sedikit rentan terhadap infeksi jamur atau bakteri , misalnya jamur Candida yang berasal dari kotoran .

Pada bayi laki-laki, eksim popok bisa menyebabkan luka pada ujung alat kelamin. Eksim popok yang disebabkan oleh mikroorganisme kadang-kadang dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya . Bahkan , bisa juga menyebar ke anak-anak lain .

Pencegahan:
Langsung ganti popok ketika bayi mengompol atau buang air besar.

Tindakan:
Jika kondisi eksim popok meluas ke tempat lain atau bayi Anda tampak kesakitan , segera bawa ke dokter .

2. Dermatitis Seboroik

Dermatitis Seboroik sering disebut sebagai kelainan kulit pada bayi yang baru lahir dalam beberapa minggu. Kelainan kulit ini paling sering menyerang daerah kulit kepala . Gangguan kulit ini, ditandai dengan kemerahan pada kulit kepala dengan kerak kekuningan. Jika penyakit sudah parah , seluruh permukaan kulit kepala dengan rambut akan ditutup kerak kekuningan yang tebal , kotor, dan mengeluarkan bau busuk .

Penyakit ini mungkin meluas di dahi , luar liang telinga , belakang telinga , di sekitar hidung dan mulut , alis , dada, punggung , daerah selangkangan , ketiak , pantat, anus , dan alat kelamin . Gangguan kulit ini biasanya dalam bentuk bercak bulat atau oval , ditambah dengan sisik kekuningan , dan berminyak . Dengan kondisi gangguan kulit seperti ini, bayi akan rentan terhadap infeksi jamur atau bakteri .

Tindakan:
Jika keropeng tebal, olesi dengan minyak nabati dan terus keramas dua kali seminggu menggunakan sampo bayi .

3. Dermatitis Atopik

Penyebab Dermatitis Atopik bukanlah susu yang dikonsumsi oleh bayi . Gangguan kulit ini berhubungan dengan sensitivitas bawaan bayi yang disebut atopi . Dermatitis atopik biasanya terjadi pada anak-anak yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat eksim , asma dan alergi pada hidung ditandai dengan sering bersin ( rhinitis ) . Gangguan ini muncul diawali dengan rasa gatal , bayi menangis / rewel di tengah malam , dan menggosok bagian lain yang gatal. Biasanya jika Anda tidak tahan gatal , bayi akan menggaruknya sampai kemerahan dan berkerak .

Tindakan:
Pengobatan dapat dilakukan dengan mengolesi krim steroid untuk radang atau jika perlu , obat oral plus antihistamin untuk gatal-gatal ( dan dapat membantu bayi Anda untuk tidur ) dan antibiotik jika terjadi infeksi. Perlu ditekankan bahwa krim antihistamin tidak boleh digunakan untuk menghindari sensitisasi.

Hindari anak rendam terlalu lama , jangan menggunakan sabun pada daerah yang terinfeksi, gunakan sabun lembut tradisional untuk daerah lain yang tidak terkena. Hubungi dokter, untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

4. Biang Keringat

Biang keringat disebabkan udara panas, yang dialami oleh sebagian besar bayi, balita. Tapi, anak-anak usia di atas itu bukan tidak mungkin terkena juga. Ruam ini biasanya terjadi pada leher dan bahu, tetapi dapat menyebar ke daerah dada, punggung, atau wajah yang banyak kelenjar keringat.

Biang keringat ditandai dengan ruam merah kecil atau memerah pada kulit.

Pencegahan:
Hindarkan si kecil dari panas yang berlebihan. Gunakan pakaian yang longgar yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat. Cobalah untuk mendinginkan udara dalam rumah dengan ventilasi yang baik.

Tindakan:
Pengobatan dilakukan dengan mendinginkan kulit dengan bedak baik bedak dari tepung jagung, atau bedak bayi lain yang banyak tersedia di toko-toko. Berhati-hatilah ketika menggunakan bedak pada tubuh anak. Hindari agar bayi Anda tidak menghirupnya, agar tidak mengganggu pernapasan. Cara lain bisa dilakukan dengan menambahkan bedak dalam air ketika memandikan si bayi.

5. Infeksi Jamur

Infeksi jamur (tinea corporis) ditandai dengan kulit terasa gatal dan bersisik. Pada daerah kulit merah yang kemudian berkembang menjadi sebuah cincin bulat atau oval di sekitarnya.

Infeksi jamur mudah menular. Siapapun bisa terkena. Tidak hanya anak-anak kecil, orang dewasa bisa terkena jika kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi jamur, atau melalui benda yang telah disentuh oleh orang atau hewan terinfeksi.