Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Bayi Dan Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Bayi Dan Ibu. Tampilkan semua postingan

4 Cara Sederhana Menangani Batuk Pada Bayi

Batuk bisa sangat menganggu bayi Anda. Namun Anda jangan khawatir karena biasanya batuk pada bayi sembuh dalam dua minggu. Tentu saja, menangani batuk si kecil sungguh melelahkan. Anda mungkin saja akan kurang tidur selama beberapa hari hingga bayi Anda bisa tidur lelap.

Batuk terbagi menjadi dua macam yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Batuk kering biasanya merupakan salah satu tanda bahwa bayi Anda terkena flu atau demam. Pembengkakan pada tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas bayi menjadi penyebab batuk kering. Sensasi yang timbul akibat pembengkakan tersebut yaitu rasa gatal sehingga membuat bayi Anda batuk untuk menghilangkan iritasi.

Sedangkan batuk berdahak biasanya menghasilkan dahak atau lendir. Ketika bayi Anda mengalami batuk berdahak, itu adalah mekanisme tubuh untuk membersihkan dahak dari paru-parunya. Beberapa penyakit yang disertai batuk antara lain sakit tenggorokan, demam, dan hidung meler atau tersumbat.

Penanganan

Obat batuk dan flu sangat tidak dianjurkan anak-anak berusia di bawah enam tahun. Oleh karena itu, jauhi obat tersebut dalam penanganan batuk pada bayi Anda. Anda bisa melakukan beberapa cara di bawah ini untuk menangani batuk si kecil.

  • Pastikan bayi Anda banyak istirahat.
  • Berikan ASI ekstra karena bayi Anda membutuhkan banyak cairan untuk melawan infeksi.
  • Berikan obat parasetamol khusus bayi untuk meredakan demamnya.
  • Uap panas dalam ruangan baik untuk membantu melegakan saluran udara bayi Anda. Tetap jaga bayi Anda dari air panas supaya ia tidak terluka.

Sebaiknya periksakan bayi Anda ke dokter anak apabila batuk si kecil tidak sembuh selama lima hari dan semakin memburuk, suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius, serta punya masalah pernapasan.

Waspadai Penyakit Kuning Pada Bayi

Sekitar enam dari 10 bayi yang baru lahir memiliki penyakit kuning untuk berbagai tingkatan. Pada bayi prematur, penyakit kuning sering terjadi. Pada bayi kuning, kulit dan mata mereka memiliki semburat kekuningan. Zat bilirubin yang menumpuk dalam tubuh dan jaringan tubuh si kecil menjadi penyebab bayi kuning.

Bilirubin merupakan zat dalam tubuh dari sel darah merah yang tua dan rusak. Zat tersebut kemudian dibuang oleh hati sebagai limbah. Ketika masih dalam kandungan, bilirubin bayi diturunkan tali pusat dan dieliminasi oleh tubuh ibu. Setelah lahir, liver bayi mampu menghilangkan bilirubin sendiri. Bayi membutuhkan waktu selama beberapa hari sampai hati berfungsi dengan penuh. Jika bilirubin dalam tubuh bayi berlebihan akan menyebabkan gejala penyakit kuning.

Penyakit kuning pada bayi biasanya muncul pada hari kedua atau ketiga. Jika bayi dalam kondisi sehat, ikterus akan hilang dengan sendirinya dalam seminggu atau lebih. Sedangkan, keadaan bayi sakit atau lahir prematur memerlukan pemantauan ketat dan perawatan medis.

Ikterus juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor lain antara lain antibodi golongan darah, anemia hemolitik, hepatitis dan galaktosemia.

Tanda-Tanda Bayi Kuning

- Muncul semburat kuning pada kulit, biasanya dimulai dari kulit wajah dan kulit kepala.
- Muncul semburat kuning pada bagian putih mata.
- Pada ikterus moderat, semburat kuning menyebar ke kulit tubuh.
- Jika jaundice pada bayi parah, telapak tangan dan telapak kaki bayi berubah kuning.
- Kantuk bayi tidak seperti biasa.
- Bayi mengalami kesulitan makan.
- Dalam beberapa kasus, tinja bayi berwarna terang dan urin gelap.

Perawatan Bayi Kuning

Langkah-langkah berikut dapat membantu mengurangi penyakit kuning pada bayi :

- Cara terbaik menangani bayi kuning adalah sering menyusui si kecil, baik itu menyusui ASI atau memberi susu formula. Sering menyusui bayi, sekitar 8-12 kali sehari, dapat membantu menambah cairan pada bayi yang berguna untuk membuang zat bilirubin yang berlebih.

- Menjemur bayi dengan menempatkan bayi Anda di sebelah jendela tertutup dan membiarkan sinar matahari menyinari kulitnya untuk sekitar lima belas menit, selama empat kali sehari. Sinar matahari melarutkan bilirubin dalam kulit sehingga dapat diekskresikan dalam urin bayi Anda.

Namun perlu diperhatikan bahwa, Anda harus memperhatikan kondisi si kecil, panas matahari dan waktu menjemur bayi.

Jika Anda tidak yakin tentang penyakit kuning bayi Anda, sebaiknya selalu memeriksakan bayi ke dokter anak untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.

Asma Pada Bayi

Asma merupakan peradangan pada bronkiolus ( tabung pernapasan kecil ) sehingga menyebabkan bayi mengalami kesulitan bernapas. Beberapa penyebab asma antara lain alergi dan polutan lingkungan seperti asap rokok. Penyakit asma juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas dan udara dingin.

Ada hubungan erat antara asma dengan alergi. Sebanyak 60% penderita asma menderita alergi. Bayi yang menderita alergi memiliki resiko lebih besar terserang asma.

Faktor-faktor Resiko Asma Pada Bayi

- Lingkungan keluarga yang perokok terutama ibu, bayi beresiko terkena asma empat kali lebih besar.

- Bayi lahir secara prematur.

- Faktor riwayat keturunan dari anggota keluarga yang menderita asma atau alergi.

- Bayi memiliki alergi eksim atau alergi makanan.

- Lingkungan rumah yang lembab.

Tanda-Tanda Asma Pada Bayi

- Bayi mengalami batuk dan sesak napas terus menerus terutama di malam hari.

- Bayi bernapas lebih cepat dari biasanya.

- Bayi alergi terhadap susu, telur, debu, serbuk sari dan bulu binatang.

- Bayi mengalami eksim.

Tips untuk membantu bayi Anda yang mengalami asma :

- Jika bayi sudah memperoleh MPASI, berikan si kecil sayur-sayuran dan buah yang banyak mengandung vitamin C.

- Pastikan bayi tidak intoleran terhadap laktosa yang bisa menyebabkan produksi lendir yang berlebihan dan dapat menyebabkan penyumbatan sinus serta  kemacetan saluran udara pernapasan.

- Deterjen dan bahan kimia rumah tangga harus dijauhkan dari kamar dan tempat bermain bayi karena bisa mengganggu saluran udara bayi yang menyebabkan peradangan.

- Hindari kontak dengan zat-zat sepertidebu rumah, bulu bantal dan hewan peliharaan.

- Hindari suhu ruangan bayi yang dingin dan lembab.

Asma merupakan penyakit kronis jangka panjang dan belum dikathui obatnya. Namun, asma bisa dikelola dengan bantuan obat-obatan dan mengurangi kontak dengan pemicu asma.

Sebaiknya, berkonsultasi dengan dokter secara teratur untuk mendapatkan penanganan, pengobatan dan metode terbaik untuk mengelola asma anak Anda.